Sabtu, 04 Maret 2017

Summary "Strategi Kreatif Branding & Marcomm Syariah"


Assalamu'alaikum wr.wb
Kali ini saya akan berbagi mengenai ilmu yang telah saya dapatkan pada seminar dan workshop "Strategi Kreatif Branding & Marcomm Syariah" yang diadakan di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala pada tanggal 28 Februari 2017. Materi seminar ini disampaikan oleh beberapa pemateri handal seperti pak Janoe Arijanto (CEO Dentsu Strat), pak M. Arief Budiman (CEO Petakumpet), dan pak Andika DJ (CEO Syafaat Markomm). Seminar ini juga diisi oleh Keynote Speaker, bapak Drs. Adnan Iskandar, M.Sc (Sekjen P3i Pusat).
Materi seminar ini adalah bagaimana kita dapat menyusun strategi yang kreatif mengenai branding suatu produk/ hal, serta bagaimana menguasai marketing secara syariah, mengingat Aceh sebagai provinsi yang menerapkan sistem syariat. Menurut pak Janoe, dari sudut pandang Ekonomi, Aceh dapat memanfaatkan penerapan syariatnya sebagai salah satu target/ segmen dalam marketing, yaitu segmen Islam. Hal ini dapat diimplementasikan melalui bidang wisata halal dan kuliner halal. Aceh dapat memimpin segmen ini dan mengungguli Malaysia, Thailand, Filipina, atau bahkan Jepang yang sudah sadar akan wisata halal. Menurut beliau, Pasar Aceh akan menjadi lebih menarik beberapa tahun kedepan jika mampu dan fokus dalam mengembangkan keunikan Aceh sebagai daerah Islam.
Indeks Ekonomi Islam di semua bidang semakin meningkat hingga saat ini, sehingga meningkatkan konsumsi yang tinggi juga. Artinya, pasar halal yang ada di Indonesia sangat bermanfaat dan diminati, bahkan sampai negara Jepang juga hendak menerapkan sistem destinasi halal dalam waktu dekat. 
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menarik minat konsumen mengenai destinasi halal yang ada di Aceh, seperti menciptakan ekosistem yang baik di wilayah destinasi, memberikan jasa atau pelayanan yang baik dan sesuai budaya kepada para konsumen atau wisatawan yang datang karena hal tersebut sangat menentukan kenyamanan dan kepuasan konsumen.
Pemateri kedua, Pak Arief, menyampaikan kepada audiens bagaimana menciptakan strategi pariwisata dan cara menciptakan iklan yang menarik dan menunjukkan identitas wilayah. Beliau mengatakan bahwa iklan yang baik adalah iklan yang memperhatikan kepentingan konsumennya. Iklan yang sering muncul di web-web secara tiba-tiba bukanlah jenis iklan ynag efektif. Justru para konsumen akan lebih memilih langsung menutupnya daripada tertarik untuk membacanya terlebih dahulu. Iklan yang akan efektif di tengah masyarakat adalah iklan yang memberikan hal yang berguna bagi para konsumen yang melihat iklan tersebut, seperti hal-hal inspiratif, edukatif, dan sejenisnya. periklanan sekarang ini jangan hanya berbicara dengan suara keras secara berulang-ulang, namun juga bagaimana menciptakan konten yang menarik dan bernilai di masyarakat. Cerita mengenai halal tourism bukan hanya menceritakan tentang hal-hal yang halal di suatu daerah, namun juga bagaimana mengemas dan menyiapkan terlebih dahulu mengenai sumber daya dalam konten untuk mengembangkan produk. 
Aceh sangat hebat dalam menunjukkan keunikannya sebagai wilayah destinasi halal, sehingga Aceh telah memenangkan World Best Halal Cultural Destination, dan Best Airport for Halal Destination mengalahkan nominasi negara lainnya seperti Thailand, Malaysia, dan Jepang. 
Selanjutnya pemateri terakhir, pak Andika menyampaikan tentang bagaimana membungkus brand menjadi perwakilan dari produk yang akan dipasarkan. Bran itu bukan merek, bukan juga logo, tetapi brand itu adalah ikatan emosional antara konsumen dan produk kita. Brand sangat berpengaruh dalam memasarkan produk kita, karena melalui brand, konsumen akan mengingat dan mengincar produk kita sekalipun banyak produk lain diluar sana yang mungkin saja lebih bagus. Begitu juga dengan brand Aceh sebagai wilayah destinasi halal. Aceh harus mengemas brand dengan baik dan unik sehingga konsumen tidak hanya sekedar mencari wilayah destinasi halal sebagai destinasi yang ingin dikunjungi, namun juga karena brand wilayah destinasi halal yang sangat dikenal yaitu Aceh.
Pada kesimpulannya, hal yang paling penting dalam memasarkan sebuah produk adalah penentuan segmen pasar yang tepat, penciptaan brand yang unik dan mudah dikenal, serta bagaimana mengemas kedua hal tersebut melalui iklan mengenai produk tersebut dengan cara menarik dan tidak melupakan kepentingan konsumen.

Dosen Pembimbing: Dr. Iskandarsyah Madjid, SE., MM.

Banda Aceh, 3 Maret 2017.
Yulfia Arnis 
NPM. 1510102010008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar